Pengamatan Draco sumatranus

Siang hari pukul 11.35 WIB ku melakukan pengamatan Draco sumatranus aka Cicak Terbang di sekitar rumah. Kutemukan tiga Draco yang sedang memanjat dan bermain di pohon pinang. Karena penasaran dengan tingkah lakunya, ku berusaha mendekati pohon itu. Tiba-tiba satu Draco meloncat ke semak-semak karena mengetahui keberadaanku yang mulai mendekati pohon yg mereka tempati. Dua Draco lainnya masih bermain di pohon pinang tanpa menghiraukan keberadaanku yang sedang mengamati mereka. 



Satu Draco mengeluarkan membrane specimennya sambil mengikuti Draco satunya lagi. Sepertinya dia berusaha untuk menarik perhatian temannya. Draco yang lompat ke semak2 tadi naik ke pohon lain disamping pohon pinang dan melakukan pergerakan beberapa kali. Kemudian Draco yg mencari perhatian tadi  ikut menyusul terbang ke pohon tersebut. 



Beberapa detik kemudian Draco yg terakhir di pohon pinang bergerak kesana kemari mencari temannya. Secara sigap dua Draco di pohon sebelah tadi terbang kembali ke pohon pinang. Dan mereka melanjutkan kejar-kejaran sambil mencari perhatian dengan menjulurkan membrane specimennya yang berwarna kuning.

Ku mulai bersembunyi di semak-semak sambil menulis catatan ini sambil mengamati prilaku si Draco. Setelah selesai menulis beberapa catatan  sambil mengendap-ngendap ku bergerak menuju pokok pohon pinang itu. Kuamati bagian batangnya, mulai dari atas sampai bawah dari sisi tempat ku berdiri. Kugunakan teropong supaya lebih detail saat ku mengamatinya. 

Dimanakah draco-draco itu berada? Ketika berputar mengamati sisi satunya lagi terlihatlah olehku satu Draco seperti sedang bersembunyi menghindariku sambil berjaga-jaga. Aku pun mencari tempat yang bisa duduk lesehan di atas dinding saluran irigasi menuju sawah. Kulanjutkan pengamatan Draco yg tinggal satu itu, dua lainnya sudah pada kabur😁.  

Kuamati si Draco yang sedang tegak memegang batang pohon pinang. Dua kaki depannya lebih tegak dan panjang daripada dua kaki belakangnya. Si Draco diam di posisi itu dalam waktu yang lumayan lama. Sesekali ia menjulurkan membrane specimennya sambil menoleh ke sisi kanan dari posisinya, lanjut mengamati. Kali ini kugunakan lensa teleku untuk sekalian mengambil foto si Draco yang sedang gagah mencengkram batang pohon pinang. Sambil beristirahat, kulanjutkan ketikan catatan ini. 


Tiba-tiba seekor Eutropis aka kadal biasa menuju ke arahku. Sedikit tanganku bergerak mengatur posisi yang pas untuk membidik fotonya seketika ia berbalik arah dariku. Ia mencari jalan lain dan melewati pipa kecil saluran air sebagai jembatan penyebrangannya menuju semak-semak di pinggir pagar kebun warga. Karena sudah pergi jauh ke semak-semak, ku kembali mengamati si Draco yang sepertinya sedang gelisah terus-terusan melihat ke arah kanannya. Kenapa begitu ya? Pikirku dalam hati. Tiba-tiba daun pohon disamping pohon pinang itu bergoyang seperti ada sesuatu yang melompat. Namun aku tak melihat hewan apa yang melompat itu mendekati ke arah si Draco. Kuambil lensa tele untuk mengamati dan akan memotret jika ketahuan hewan apa itu. 



Setelah kuamati, ternyata seekor reptil lainnya mulai mengganggu keberadaan si Draco. Reptil itu berwarna hijau bermimikri mengikuti warna daun disekitarnya. Kamu tahu reptil jenis apa itu? Bronchocela cristatella namanya aka bunglon hijau yang ukurannya lebih besar dari si Draco. Si Draco pun ketakutan dan menjauh sampai tak terlihat lagi olehku.

Aceh
Rabu, 12 Juni 2019
Catatan 3 tahun yang lalu
Selesai pengamatan pukul 13.50 WIB

Romeltea Media
Blogger Medan - RACHMI Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

7 komentar so far. What are your thoughts?

  1. Mangamati hewan di sekitar kita memang mengasyikkan. Draco sumatranus aka Cicak Terbang ini udah jarang saya lihat. Dulu di pohon besar rumah kami sering juga terlihat

    ReplyDelete
  2. Saya kurang berminat kalau spesies cicak. Kalau burung2an saya suka, mungkin itu juga ya yang menyebab kan kreatifitas luar luangan kurang ☺

    ReplyDelete
  3. emang ya klo anak komunitas herp ( apalah atuh namanya aku lupa wkwkw) selalu ditemukan sama hewan hewan melata kayak gini ya haha

    ReplyDelete
  4. Cicak terbang ya kak? Bukan kadal terbang? Hihi soalnya mirip ya mereka. Mungkin karena ukuran lebih kecil dari kadal makanya disebut cicak ya..

    ReplyDelete
  5. Koq keren ya ada sayapnya, baru ini loh aq ngeliatnya haha,, mantap mi,, lanjutkan eksplorasi.

    ReplyDelete
  6. Sungguh biologi sekali artikelnya dek rahmi. serasa baca buku kuliah ini tapi dengan cara yang lebih enak dan mudah.

    ReplyDelete
  7. Keren ya biologiwati kita nih, Rachmy. Mengamati Draco dengan sepenuh hati ditambah perspektif keilmuan Biologi yang khas. Ternyata kl ada pihak lawan yg mengamati apapun pasti gelisah ya, termasuk si Draco Sumatranus.

    ReplyDelete

 
back to top